Seperti yang diketahui, kuliner saat ini bukan hanya menjadi salah satu kebutuhan pokok saja, namun juga menjadi salah satu bagian penting dalam gaya hidup modern. Masyarakat banyak berburu kuliner untuk dicicipi, dibuatkan ulasannya, juga dibagikan ke media sosial gambar atau videonya.

Salah satu contohnya adalah makanan yang banyak diburu saat ini adalah telur gulung, sate taichan, segala sesuatu yang berbau telur asin, ayam geprek dengan sambal super pedas, dan masih banyak lagi. Bisnis kuliner pun banyak membuat pebisnis pemula memutar otak mereka demi menciptakan inovasi yang kreatif.

Bagi Anda pebisnis pemula yang ingin berkecimpung di bidang kuliner, ini dia tahapan berbisnis yang harus Anda pelajari demi memulai bisnis kuliner:

  • Tentukan Segmentasi Pasar

Dalam mulai bisnis, maka Anda wajib tahu siapa pasar Anda. Anda juga perlu mengetahui apa yang dibutuhkan pembeli, bagaimana karakter dan perilaku mereka, dan seterusnya. Misalkan Anda ingin menjual ayam bakar. Tentu saja pasarnya sangat luas, bukan? Anda harus memikirkan cara bagaimana supaya pasar mau membeli ayam bakar Anda. Untuk hal ini, dapat dikatakan bahwa Anda memiliki pasar yang sangat luas.

  • Bisa Berinovasi dan Berkreasi

Setiap bisnis harus memiliki Unique Selling Proposition (USP) atau faktor yang membuat produk berbeda dari kompetitor lainnya. Sebagai contohnya adalah bisnis Anda sudah dijalani turun-temurun, memiliki 20 macam sambal dengan tingkat kepedasan yang berbeda-beda, koki Anda diimpor langsung dari India, dan seterusnya.

  • Pertimbangkan Lokasi Bisnis Anda

Salah satu tahapan berbisnis adalah menentukan lokasi. Lokasi bisnis juga menjadi salah satu pertimbangan penting, sebab lokasi yang strategis akan membuat restoran atau kedai Anda banyak dicari konsumen. Yang perlu diperhatikan, pastikan tempat tersebut mudah diakses, juga mudah ditemui di mesin pencari Google.

  • Bangun Relasi Dengan Pelanggan Anda

Tanpa pelanggan, bisnis tidak akan berjalan sukses. Mengapa? Sebab bisnis kuliner yang Anda buat memang ditujukan kepada para pelanggan bukan
? Maka dari itu, Anda sebagai pebisnis pemula, dalam hal tahapan berbisnis ini ciptakanlah hubungan dua arah dengan para pelanggan agar terbangun relasi yang baik.