Berita Terkini Internasional
Berita Terkini Internasional

Jamal Khashoggi, seorang penulis dan kolumnis The Washington Post asal Arab Saudi berkewarganegaraan AS,  tewas terbunuh di dalam gedung konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki pada 2 Oktober lalu. Berikut adalah perkembangan pada kasusnya, yang berhasil dirangkum matamatapolitik.com untuk berita terkini internasional.

Spanyol tetap melanjutkan kerja sama penjualan senjata dengan Arab Saudi. Menurut Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez, pihaknya akan tetap memenuhi kerja sama yang telah dirancang sejak 2015 dengan Arab Saudi. Walau begitu, Spanyol tetap mengutuk aksi pembunuhan terhadap Kasshogi.

Berita Terkini Internasional
Berita Terkini Internasional

Akhirnya Polisi Turki menerima izin untuk mencari bukti di konsulat Saudi. Dikutip dari stasiun televisi Turki NTV, para pejabat Saudi sebelumnya menolak untuk mengijinkan pencarian. Pihak berwenang sebelumnya telah melakukan inspeksi di gedung konsulat dan kediaman konsul jenderal sebagai bagian dari penyelidikan mereka terhadap pembunuhan Khashoggi. Walau mengakui bahwa Kasshogi terbunuh di dalam konsulatnya, namun para pejabat kerajaan Saudi tidak menyebutkan di mana tubuh pria berusia 59 tahun itu kini.

Inggris bersikap tegas. Perdana Menteri Inggris Theresa May menyatakan bahwa Inggris akan mencabut visa semua warga Arab Saudi yang dicurigai terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Inggris juga melarang mereka memasuki negara itu. Hal ini juga dilakukan oleh Departemen Luar Negeri AS, dengan mencabut visa 21 orang warga Saudi sejak tanggal 24 Oktober kemarin.

Turki berusaha membawa kasus ini ke tingkat internasional dan memastikan agar Turki tetap terlibat dalam penyelidikan. Erdogan juga menduga ada pihak-pihak yang ingin menyudutkan Ankara dan Saudi Arabia sehubungan dengan kasus ini, tanpa merinci lebih lanjut siapa ‘pihak-pihak’ yang dimaksud.

Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa putra mahkota Arab Saudi kemungkinan memiliki keterlibatan dengan kasus ini.  Dalam sebuah wawancara dengan Wall Street Journal yang dikutip Al Jazeera, Trump mengatakan, “Baiklah, pangeran menjalankan hal-hal di sana lebih pada tahap ini. Dia menjalankan banyak hal dan jika ada orang yang akan [terlibat], itu adalah dia.” Kasus ini juga akan membuat hubungan AS-Turki dan AS-Arab Saudi kian runcing.

Prancis menunggu fakta lebih lanjut tentang pembunuhan Khashoggi. Berbeda dengan AS, Perancis tidak akan mengambil “keputusan terburu-buru” tentang masa depan hubungan strategisnya dengan Arab Saudi sampai fakta-fakta seputar kematian jurnalis Jamal Khashoggi jelas.

Presiden Iran Hassan Rouhani menduga, kejahatan ini takkan terjadi tanpa adanya perlindungan dari AS.  “Saya tidak berpikir bahwa suatu negara akan berani melakukan kejahatan seperti itu tanpa perlindungan Amerika,” tambahnya seperti  yang dilaporkan Al Jazeera.

Raja Salman dan putra mahkota Muhammad bin Salman menerima putra Khashoggi, Salah Khashoggi dan saudaranya Sahel Khashoggi di Istana Yamama di Riyadh, di mana kedua bangsawan menyampaikan dukacita mereka. Tanggapan mengalir deras melalui Twitter mengomentari pertemuan tersebut.

Pembunuhan terhadap Jamal Khashoggi diakui Arab Saudi sebagai ketidaksengajaan. Khashoggi berteriak dan meronta saat akan dibawa ke suatu tempat untuk diwawancarai, dan berujung pada tindakan kekerasan yang malah mengakibatkan kematiannya. Saat ini penyelidikan masih berlanjut dan fakta-fakta masih terus dicari.