Cak Asmo, Sukses Berbisnis Restoran

Menjadi seorang pengusaha memang harus siap menerima segala resiko yang akan selalu dihadapi setiap waktu. Bisnis apapun pasti akan ada resikonya, termasuk bisnis kuliner. Bisnis kuliner yang termasuk bisnis sepanjang masa pun pasti ada resikonya. Namun demikian jangan lantas Anda takut menghadapi resiko tersebut.

Contoh Cak Asmo, seorang pebisnis kuliner sukses yang saat ini berhasil mengelola bisnis kuliner nya di Bali. Jatuh bangun dalam menglola bisnis kuliner ia alami sebelum menggapai kesuksesan seperti saat ini. Ia tidak pernah menyerah sebesar apapun kondisi yang sedang melilitnya.

Pria lulusan SMA yang dulunya hanya membantu kakaknya berjualan nasi goreng dengan gerobak tersebut kini menjelma menjadi pebisnis kuliner yang disegani di Bali. Bagaimana kisah selengkapnya, simak berikut ini.

Suka Duka Berjualan di Gerobak Dorong

Sebelum menggapai kesuksesan bisnis restoran, Cak Asmo juga pernah mengalami pahit getir dalam menjalani bisnis. Dulunya, ketika ia merantau ke Bali ia hanya membantu kakaknya berjualan nasi goreng dan mie goreng.

Saat itu ia berjualan nasi goreng dengan menggunakan gerobak dorong. Untuk menjajakan dagangannya, kala itu Cak Asmo memilih lokasi di depan kampus Udayana Sudirman Bali. Bermaksud untuk mengembangkan jualan nasi gorengnya, Cak Asmo pun lantas berinisiatif “jemput bola” dan berpindah lokasi jualan di depan sebuah toko. Asumsinya saat itu di area tersebut lebih potensial dari pada lokasi sebelumnya.

Namun apa daya, ternyata berjualan di depan toko tersebut tidak bertahan lama. Ia pun terpaksa harus rela tempat jualannya di gusur, karena memang di sana ia hanya menumpang saja. Keadaan yang begitu sulit tersebut tidak membuatnya menyerah begitu saja. Sebagai seorang pengusaha yang beriman, selain berusaha ia juga rajin berdoa kepada Tuhan agar selalu diberi kemudahan dalam berbisnis.

Tak disangkanya, ternyata seminggu kemudian do’anya dikabulkan Tuhan. Tuhan menolong Cak Asmo melalui temannya yang rela memberikan sebuah ruko kecil secara gratis pada Cak Asmo untuk digunakan tempat berjualan.

Karir Bisnis Cak Asmo Mulai Menanjak

Sejak mendapatkan ruko kecil tersebut, kemudian Cak Asmo mulai berjuang dan bekerja keras membangun bisnis rumah makan. Dari sini, perjalanan bisnis Cak Asmo mulai berhasil mencuri perhatian dari warga di Bali.

Rumah makan yang didirikan pada tahun 2007 itu terus berkembang dan semakin banyak diminati oleh warga masyarakat Bali. Tak berhenti dengan rumah makan yang pertama saja, Cak Asmo mulai membuka depot baru lagi. Namun, ditengah-tengah bisnis yang berkembang dengan pesat, musibah datang. Rumah makan yang ke dua yang baru didirikan ludes terbakar.

Namun, hal itu tidak membuat Cak Asmo mengendurkan niatnya untuk mengembangkan bisnis restorannya. Dengan bekerja keras dan terus berdoa, ia terus berusaha bangkit. Akhirnya tidak lama kemudian, rumah makan baru yang kedua berhasil ia bangun kembali.

Bisnis depot Cak Asmo pun kini menjadi sebuah depot yang sangat ramai dikunjungi oleh wisatwan, baik dari dalam negeri maupun dari manca negara. Mantan penjual nasi goreng gerobak ini kini memiliki 60 karyawan yang selalu membantu bisnisnya.

Kunci Sukses Bisnis Depot Cak Asmo

Dalam mengelola sebuah bisnis, tentu ada kunci sukses yang bisa dipelajari. Apalagi dalam bisnis kuliner, demikian halnya dengan bisnis yang digeluti oleh Cak Asmo. Kunci sukses dari usaha restoran ini menurutnya ada pada kehadiran menu-menu baru.

Jadi dalam menjalankan bisnis resto ini Cak Asmo sering membuat daftar menu baru, dan itu tentu menjadi daya tarik dan rasa penasaran bagi pelanggan-pelanggannya. Selain itu, harga yang terjangkau juga menjadi salah satu daya tarik depot Cak Asmo. Dengan moto “Cita Rasa Bos, Kantong Anak Kos” benar-benar ia terapkan untuk menggaet pelanggan.

Menurut Cak Asmo sendiri, selain dari kedua hal di atas, yang menjadikan bisnisnya sukses seperti saat ini adalah berawal dari Mimpi, Kerja Keras dan Doa. Ketiga unsur inilah yang dipegang Cak Asmo dalam setiap langkahnya.

Berawal dari mimpi kemudian perlahan-lahan ia wujudkan dengan kerja keras dan tidak lupa selalu berdoa. Dengan tiga unsur ini, ia mampu membangun sebuah bisnis yang besar dan bertahan sampai sekarang ini.